Kamis, 19 Mei 2016

Ramadhan....

Marhabban Ya Ramadhan...

Terhitung belasan harian lagi bulan penuh berkah ini akan datang. Tanda – tandanya, ya lihat saat iklan - iklan di televisi. Iklan – iklan khas yang akan menghiasi Ramadhan sudah mulai bermunculan. Dimulai dengan iklan Sirup ‘M’, Keju ‘C’, Obat kumur ‘L’ sudah nampak menyambut bulan ini.

Bulan inilah yang teramat dirindukan olehku. Aku kangen suasana kehangatannya, dimana kita bisa merasakan hangatnya kebersamaan saat makan bersama dan beribadah bersama. Belum lagi ramainya penjual takjik di pinggir jalan, dan suara kentongan pembangun sahur yang sangat khas.

Hmm... bener – bener suasana tersebut bener – bener ngangenin.

Menurutku orang yang malah mengeluh dengan datangnya bulan ini sangatlah merugi. Pasalnya tak hanya menawarkan suasana kehangatan, namun bulan ini juga menawarkan berbagai limpahan pahala yang di lipat gandakan. Segala macam amal dan kegiatan ibadah pahalanya lebih besar dari hari biasanya, belum lagi di bulan ini adalah bulan dimana kitab suci kami Al-qur’an diturunkan. Di bulan ini juga terdapat malam yang sangat spesial, ialah malam Lailatul Qodar yaitu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Hmm.... sungguh merugi bukan, jika kita malah mengeluh dengan datangnya malam ini.

Di bulan apalagi kita bisa menikmati segala jamuan spesial yang diberikan Allah SWT kepada kita? Jika bukan hanya di bulan ini.
Itulah hal yang selalu membuatku rindu dengan bulan Ramadhan.
Diperantaun kini aku sangat rindu bisa nikmati ramadhan full bersama keluarga, namun hal itu harus aku kesampingkan. Pasalnya aku sekarang sedang berjuang demi mereka. Ya walaupun tidak bisa menikmati full bersama mereka, setidaknya aku bisa menikmati beberapa hari menjalankan ibadah puasa bersama mereka.

Diperantauan ini, aku juga masih bisa menikmati hangatnya kebersamaan bulan ramadhan. Karena di bulan ini, mesjid – mesjid selalu terbuka menawarkan berbuka puasa bersama, ibadah bersama. Hal itulah yang bisa menggantikan sementara hangatnya suasana ramadhan bersama sanak keluarga di kampung. Kadang aku juga ingin punya satu figur, yang bisa ku ajak saling mengingatkan saatnya ibadah, dan saatnya sahur dan berbuka.

Hmm... bakal makin ajib kayaknya

kalo ada kamu.
Sekian, ya tulisan hari ini

- Dari Beruang yang sangat merindukan Ramadhan di perantauan  -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar