Rabu, 11 Mei 2016

Kopi

Si hitam pahit...
Dulu ku tak suka, tapi sekarang jadi seperti candu. Walau tak ku konsumsi tiap hari. Hanya ketika ku terpaksa begadang, menghadapi serangkaian deadline tugas, maka aku meminta sedikit bantuannya.

Aku mulai menyukainya, sejak ku merantau jauh dari orang tua. Karena ku sangat membutuhkannya saat harus menyelesaikan deadline semalam

Rasanya pahit yang kental, namun kini sedikit manis karena gula. Bagai hidup, kadang ketika hidup kita pahit maka kita perlu mencari sesuatu untuk menyamarkan rasa pahitnya. Entah itu menemui sahabat, menemui orang tua, atau pergi ke tempat yang sekiranya bisa sedikit menyamarkan rasa pahitnya hidup.

Kafeinnya membuat candu dan membuatku terjaga beberapa jam untuk menghindari tidur. Mengajarkan, bahwa ketika kita nyaman pada sesuatu kita akan selalu menemuinya, karena hal itulah yang membuat kita terhindar beberapa saat dari masalah berat.

Kopi Hitam, Kopi susu, Caffucino, Moccacino. Itu beberapa diantaranya yang jadi kesukaanku.

Tak seperti yang lain yang bisa menikmati berbagai rasa lainnya, aku hanya mentok di rasa itu saja. Keterbatasan biaya, dan karena bukan pula penggemar berat kopi, adalah alasan ku tak pernah merasakan rasa yang lainnya.

Ku berterima kasih sekali padamu KOPI, sudah mau menahan rasa kantukku saat dikejar tugas. Dan ku berterima kasih juga, karena dibalik nikmatnya rasamu, aku dapat sedikit pelajaran hidup.

Sekian...
Aku si Beruang yang menyukai Kopi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar