Kita memang tak pernah punya hubungan apapun saat masih sekolah dulu, kecuali ya hanya sebatas teman.
Namun kode - kode yang kamu tinggalkan dan baru kutemukan, membuatku selalu kepikiran kamu. Dan itu membuatmu begitu spesial bagiku
Kamu dulu yang selalu bujuk aku masuk organisasi sekolah, menyemangatiku saat lomba, membuatku berani memegang katak yang tadinya aku takuti, dan orang pertama yang meminta no hape dan mau duduk sebelahan denganku saat kita menikmati film 3D zaman Study Tour dulu.
Ya, sungguh indah bila ku flashback lagi ke masa - masa itu, walaupun kita tak pernah punya hubungan spesial, selain sebagai teman.
Bila ku dengar Yogyakarta, kuingat kamu. Karena yang ku tahu disanalah tempatmu menuntut ilmu dan mengejar ambisimu setelah kita pisah di SMA.
Jujur saat kamu menghilang setelah Ujian Nasional bahkan saat acara perpisahan sekolah kamu tidak datang. aku selalu bertanya - tanya tentang kamu.
Namun dari kontak terakhir kita saat akan memulai perkuliahan, aku sedikit senang karena bisa tahu kabarmu waktu itu. Kamu ceritakan waktu itu, kamu kuliah di Jogja, dan menceritakan kehidupan disana melalui celotehanmu di Twitter. Dan itulah hal terakhir yang aku tau tentangmu.
Sekarang aku tidak tahu lagi kabarmu. Entah apakah kamu masih kuliah disana, atau keluar dan lanjutkan hobimu dengan bisnis di dunia Maya? Atau kamu sekarang sedang sibuk - sibuknya dengan organisasi mahasiswa disana. Aku tak pernah tahu lagi.
Mendengar kabar teror kemarin yang melanda Magelang, dan Yogyakarta yang sasarannya perempuan. Seketika aku ingat dan memikirkanmu lagi. Jika masih disana, apa kamu baik - baik saja kan? Dan aku harap kamu bukanlah jadi sasaran mereka.
Kemarin - kemarin, aku dapat kontakmu dari teman yang paling dekat denganmu. Tetapi, alih - alih ingin bisa berkomunikasi lagi. Rupanya aku masih buntu untuk bisa membuka celah tentang kabarmu.
Aku, masih menaruh hatiku padamu dan aku berterima kasih padamu karena kamu sudah beberapa kali masuk ke mimpiku dan fikiranku. Aku masih setia menunggu dirimu sebelum hati ini dan hatimu, ada yang merebut.
Bersama dengan gelap dan dinginnya malam ini, izinkan aku memberimu do'a dan harapan.
'Semoga kamu selalu baik baik saja, dan kita bisa berkomunikasi kembali, dan semoga kelak kita bertemu lagi kita bisa akrab seperti biasa.'
Sekian salam kerinduanku padamu.
Ttd.
Beruang Galau yang merindukan satu temannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar